Arkalearn
Blog
Nilai Minimal Lulus SSW Pengolahan Makanan 2026

Berapa Nilai Minimal Lulus Ujian SSW Pengolahan Makanan 2026? Ini Passing Grade dan Cara Menghitungnya
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan kerja ke Jepang melalui jalur Tokutei Ginou/Specified Skilled Worker (SSW) bidang Pengolahan Makanan, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: berapa nilai minimal lulus ujian SSW Pengolahan Makanan 2026?
Untuk Food and Beverage Manufacturing Industry Specified Skilled Worker (i) Test / 飲食料品製造業特定技能1号評価試験, standar kelulusan yang digunakan adalah 65% dari total nilai, atau minimal 98 poin dari total 150 poin.
Namun, jangan langsung mengartikan bahwa Anda cukup menjawab 26 dari 40 soal dengan benar. Sistem ujian menggunakan skor, sehingga jumlah jawaban benar tidak selalu bisa dikonversikan secara sederhana menjadi 65% × 40 soal.
Pada format ujian terbaru, peserta menghadapi 40 soal selama 70 menit, yang terdiri dari 30 soal akademik dan 10 soal praktik. Ujian dilaksanakan dengan sistem CBT dan soal diberikan dalam bahasa Jepang dengan bantuan furigana/ruby.
Artikel ArkaLearn ini akan membahas passing grade, format ujian, materi yang keluar, cara membaca target nilai, sampai strategi agar peluang lulus lebih besar.
Nilai Minimal Lulus SSW Pengolahan Makanan 2026
Jawaban singkatnya:
Nilai minimal lulus SSW Pengolahan Makanan Tokutei Ginou 1 adalah 65%, yaitu sekurang-kurangnya 98 poin dari total 150 poin.
Artinya:
KeteranganKetentuanTotal skor150 poinPassing grade65%Nilai minimum lulus98 poinJumlah soal40 soalDurasi70 menitSistem ujianCBTBahasa soalJepangFurigana/RubyAdaKalkulatorTersedia
Untuk ujian di luar Jepang, Prometric saat ini mencantumkan struktur 30 soal akademik + 10 soal praktik, dengan total waktu 70 menit.
Jadi target utama peserta bukan sekadar:
“Saya harus mendapatkan 65% soal benar.”
Tetapi:
“Saya harus mendapatkan minimal skor kelulusan yang ditetapkan.”
Apakah 65% Berarti Harus Benar 26 dari 40 Soal?
Secara matematika:
40 × 65% = 26.
Namun, jangan menggunakan angka 26 jawaban benar sebagai jaminan kelulusan.
Mengapa?
Karena ketentuan kelulusan mengacu pada skor, bukan pernyataan bahwa seluruh 40 soal masing-masing memiliki bobot identik.
Dengan kata lain, jangan membuat strategi:
“Saya cukup menjawab 26 soal dengan benar, sisanya tidak masalah.”
Strategi tersebut berisiko.
Untuk latihan mandiri, jauh lebih aman menargetkan hasil latihan sekitar:
75–80% atau lebih.
Target tersebut bukan passing grade resmi, melainkan target belajar agar Anda memiliki margin ketika menghadapi soal yang lebih sulit pada hari ujian.
Format Ujian SSW Pengolahan Makanan 2026
Nama resmi ujiannya adalah:
飲食料品製造業特定技能1号評価試験
atau:
Food and Beverage Manufacturing Industry Specified Skilled Worker (i) Test.
Prometric mencantumkan pelaksanaannya dalam format:
CBT — Computer Based Testing.
Peserta mengerjakan soal melalui komputer di test center.
Formatnya terdiri dari dua kelompok besar:
1. Ujian Akademik — 30 Soal
Ujian akademik mengukur pemahaman peserta mengenai:
keamanan pangan, quality control, general hygiene management, manufacturing process management, HACCP, serta occupational safety and health.
2. Ujian Praktik — 10 Soal
Jangan membayangkan Anda akan diminta memasak atau mengoperasikan mesin secara langsung.
Bagian praktik dilakukan melalui soal komputer yang menguji kemampuan mengambil keputusan berdasarkan:
situasi, diagram, ilustrasi dan perhitungan/perencanaan pekerjaan.
Prometric menjelaskan bahwa bagian ini mencakup judgment test dan planning test.
Breakdown 40 Soal Ujian SSW Pengolahan Makanan
Struktur terbaru yang tercantum pada informasi ujian Prometric adalah:
BagianMateriJumlahAkademikFood safety, quality control, hygiene, manufacturing process & HACCP25AkademikKeselamatan dan kesehatan kerja5PraktikFood safety, quality control, hygiene, manufacturing process & HACCP6PraktikKeselamatan dan kesehatan kerja4Total40 soal
Dengan demikian:
Ujian akademik = 30 soal
dan:
Ujian praktik = 10 soal.
Ini penting untuk strategi belajar.
Jangan hanya mempelajari HACCP lalu mengabaikan keselamatan kerja.
Berapa Lama Waktu Mengerjakan Ujian?
Total waktu yang diberikan adalah:
70 menit untuk 40 soal.
Jika dibagi rata:
70 ÷ 40 = 1,75 menit per soal
atau sekitar:
1 menit 45 detik per soal.
Tentu Anda tidak harus menggunakan waktu yang sama untuk setiap soal.
Beberapa pertanyaan teori mungkin bisa dijawab dengan cepat.
Sebaliknya, soal yang melibatkan ilustrasi atau perhitungan dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Karena itu, ketika latihan, jangan hanya menghitung:
berapa soal yang benar?
Catat juga:
berapa menit yang Anda perlukan?
Bahasa Ujian SSW Pengolahan Makanan
Ini salah satu bagian yang sering membuat peserta kesulitan.
Prometric mencantumkan bahasa yang dapat digunakan untuk ujian ini sebagai:
日本語 — bahasa Jepang.
Soal akademik maupun praktik juga dijelaskan sebagai pertanyaan yang diberikan dalam bahasa Jepang.
Kabar baiknya:
furigana/ruby tersedia.
Jadi kemampuan membaca Kanji memang tetap membantu, tetapi peserta memperoleh bantuan cara baca pada teks tertentu sesuai sistem ujian.
Meski demikian, masalah peserta sering bukan hanya:
“Saya tidak bisa membaca Kanji.”
Tetapi:
“Saya bisa membaca kata tersebut, tetapi tidak memahami artinya.”
Karena itulah kotoba Pengolahan Makanan sangat penting.
Materi Apa Saja yang Keluar?
Berdasarkan struktur resmi ujian, ada beberapa kelompok materi yang perlu diprioritaskan.
1. Keamanan Pangan — 食品安全
Food safety merupakan fondasi utama pekerjaan pengolahan makanan.
Peserta perlu memahami mengapa makanan harus diproduksi dengan prosedur yang mencegah:
kontaminasi, kerusakan produk, benda asing, pertumbuhan mikroorganisme dan risiko terhadap konsumen.
Jangan sekadar menghafal istilah.
Coba pahami hubungan:
bahaya → penyebab → pencegahan → tindakan.
2. Quality Control — 品質管理
Produk makanan tidak hanya harus aman.
Produk juga perlu memenuhi standar kualitas yang ditentukan perusahaan.
Anda dapat menemukan konsep yang berhubungan dengan:
kondisi produk, bahan baku, proses produksi, pemeriksaan, standar kerja dan pengendalian kualitas.
Saat belajar, biasakan bertanya:
“Apa yang harus dilakukan jika ditemukan kondisi tidak normal?”
Ini akan membantu menghadapi soal berbasis situasi.
3. General Hygiene Management — 一般衛生管理
Kebersihan merupakan salah satu materi yang sangat penting.
Topiknya dapat berhubungan dengan:
kebersihan tangan, pakaian kerja, peralatan, fasilitas produksi, kondisi pekerja, bahan makanan dan lingkungan kerja.
Contoh kosakata:
Bahasa JepangRomajiArti衛生EiseiHigiene/kebersihan手洗いTearaiCuci tangan消毒ShōdokuDisinfeksi清掃SeisōPembersihan異物IbutsuBenda asing汚染OsenKontaminasi食品ShokuhinMakanan原材料GenzairyōBahan baku
Jangan hanya hafalkan arti Indonesianya.
Latih juga penggunaannya dalam situasi produksi.
4. Manufacturing Process Management
Peserta juga perlu memahami dasar-dasar pengendalian proses produksi.
Dalam industri makanan, setiap tahap produksi dapat memengaruhi keamanan maupun kualitas produk.
Karena itu, pahami alur:
bahan baku → penyimpanan → persiapan → pengolahan → pemeriksaan → pengemasan → penyimpanan produk.
Detailnya dapat berbeda berdasarkan jenis makanan.
Namun prinsip kontrol proses tetap penting.
5. HACCP
HACCP adalah salah satu materi yang tidak boleh dilewatkan.
HACCP merupakan pendekatan pengendalian keamanan pangan dengan mengidentifikasi potensi bahaya dan mengendalikan titik/proses yang penting.
Untuk ujian SSW, jangan sekadar hafal kepanjangannya.
Pahami konsep seperti:
hazard → control → monitoring → corrective action.
Misalnya ada proses pemanasan makanan.
Pertanyaannya bukan sekadar:
“Apa itu HACCP?”
Tetapi bisa berbentuk situasi yang menuntut Anda memahami:
mengapa suhu perlu dikontrol?
apa risiko jika standar tidak terpenuhi?
apa yang harus dilakukan ketika terjadi penyimpangan?
6. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Bagian ini sering diremehkan karena peserta terlalu fokus pada HACCP.
Padahal struktur Prometric menunjukkan:
5 soal akademik + 4 soal praktik
berkaitan dengan occupational safety and health.
Berarti total ada 9 soal dalam struktur ujian yang secara eksplisit ditempatkan pada area tersebut.
Materinya dapat berhubungan dengan keselamatan ketika:
menggunakan mesin, menggunakan alat potong, mengangkat barang, bekerja di lantai basah, memakai alat pelindung, atau menghadapi kondisi berbahaya.
Contoh istilah:
JepangRomajiArti安全AnzenKeselamatan危険KikenBahaya機械KikaiMesin作業SagyouPekerjaan事故JikoKecelakaan保護具HogoguAlat pelindung注意ChūiPerhatian/hati-hati
Seperti Apa Soal Praktiknya?
Prometric membagi bagian praktik menjadi dua pendekatan utama.
Judgment Test
Peserta melihat:
diagram, gambar, ilustrasi atau situasi tertentu
kemudian menentukan tindakan yang tepat.
Misalnya terdapat ilustrasi pekerja di area produksi makanan.
Anda perlu menentukan tindakan mana yang berpotensi menyebabkan kontaminasi.
Soal seperti ini menguji:
pemahaman → bukan hafalan.
Planning Test
Bagian ini menggunakan rumus perhitungan tertentu untuk merencanakan pekerjaan.
Karena itu, Prometric mencantumkan bahwa:
kalkulator tersedia dalam ujian.
Jangan panik ketika melihat soal hitungan.
Latih pola perhitungannya terlebih dahulu.
Contoh Simulasi Nilai
Misalnya seseorang mendapatkan:
105 dari 150 poin.
Persentasenya:
105 ÷ 150 × 100 = 70%.
Artinya secara angka sudah berada di atas passing grade 65%.
Contoh lain:
90 ÷ 150 × 100 = 60%.
Nilai tersebut masih berada di bawah standar kelulusan.
Sedangkan:
98 ÷ 150 × 100 ≈ 65,3%.
Itulah mengapa 98 poin menjadi batas minimum berdasarkan sistem 150 poin.
Tetapi sekali lagi:
jangan mencoba menebak skor tiap soal.
Gunakan angka tersebut untuk memahami passing grade, bukan untuk menentukan berapa soal yang sengaja boleh dilewati.
Berapa Target Nilai yang Aman Saat Latihan?
Passing grade resmi adalah:
65%.
Namun untuk latihan ArkaLearn, Anda dapat menggunakan target:
75–80% atau lebih.
Ini bukan ketentuan pemerintah Jepang.
Ini adalah strategi belajar.
Mengapa?
Karena ketika latihan di rumah Anda berada dalam kondisi nyaman.
Pada hari ujian bisa muncul:
gugup, vocabulary yang tidak familiar, soal yang terasa lebih sulit, waktu yang menipis, atau kesalahan membaca.
Jika selama latihan Anda hanya selalu mendapat:
65–66%
margin kesalahannya sangat tipis.
Lebih baik datang ke ujian dengan kemampuan yang secara konsisten berada di atas batas minimal.
Strategi Mendapat Nilai 75–80%+
Gunakan pola:
Materi → Kotoba → Latihan soal → Analisis kesalahan → Ulang materi.
Bukan:
Latihan soal → lihat kunci → latihan soal lagi.
Misalnya Anda mengerjakan 40 soal dan salah 12.
Jangan hanya mencatat:
“Nilai saya 70%.”
Kelompokkan kesalahannya.
Contoh:
HACCP: 4 salah
Hygiene: 3 salah
Safety: 3 salah
Planning: 2 salah
Sekarang Anda tahu bagian mana yang harus diperbaiki.
Timeline Belajar 4 Minggu
Untuk peserta yang memiliki waktu sekitar satu bulan, gunakan pola sederhana berikut.
Minggu pertama fokus pada food safety, quality control dan general hygiene. Pastikan konsep dasarnya benar sebelum masuk ke latihan soal dalam jumlah besar.
Minggu kedua fokus pada manufacturing process dan HACCP. Pelajari hubungan antara bahaya, kontrol, monitoring dan tindakan ketika terjadi penyimpangan.
Minggu ketiga fokus pada occupational safety, judgment test dan planning test. Mulai kerjakan soal berbasis gambar serta perhitungan.
Minggu keempat gunakan untuk simulasi. Kerjakan 40 soal dengan batas 70 menit, lalu analisis setiap kesalahan.
Pada minggu terakhir, jangan hanya mengejar jumlah soal.
Fokus memperbaiki topik yang paling sering salah.
Jangan Lupakan Bahasa Jepang
Karena ujian diberikan dalam bahasa Jepang, kemampuan memahami pertanyaan akan sangat memengaruhi performa.
Misalnya Anda sudah memahami HACCP dalam bahasa Indonesia.
Tetapi ketika bertemu:
衛生管理
Anda tidak tahu artinya.
Pengetahuan Anda akhirnya sulit digunakan.
Karena itu, buat tiga kolom saat belajar:
Bahasa Jepang → Arti → Konteks.
Contoh:
異物 → ibutsu → benda asing
kemudian pelajari dalam konteks:
異物混入 → kontaminasi/masuknya benda asing.
Cara seperti ini lebih efektif daripada menghafal vocabulary secara terpisah.
Apakah Ada Furigana?
Ya.
Prometric mencantumkan:
Furigana/Ruby: tersedia.
Namun jangan salah memahami fungsi furigana.
Furigana membantu Anda membaca Kanji.
Furigana tidak otomatis menjelaskan arti kata.
Misalnya:
汚染
diberikan cara baca:
おせん
Tetapi kalau Anda tidak mengetahui bahwa osen berarti kontaminasi, Anda tetap kesulitan.
Jadi latihan kotoba SSW Pengolahan Makanan tetap sangat penting.
Ketentuan Peserta Indonesia
Prometric menyebut secara khusus bahwa warga negara Indonesia harus berusia minimal 18 tahun untuk mengikuti ujian.
Selain itu terdapat ketentuan ujian ulang.
Peserta tidak dapat mengikuti ujian yang sama selama 45 hari, dihitung mulai hari berikutnya setelah tanggal ujian.
Karena itu, jangan menganggap:
“Kalau gagal, minggu depan langsung coba lagi.”
Persiapkan ujian pertama sebaik mungkin.
Jadwal Ujian SSW Pengolahan Makanan Indonesia 2026
Per September 2026, situs resmi SSW Jepang mencantumkan ujian bidang produksi makanan dan minuman di Indonesia untuk periode Oktober 2026, termasuk tanggal-tanggal yang tersedia sepanjang bulan sesuai lokasi/test center.
Ketersediaan kursi dapat berubah.
Karena itu, gunakan jadwal resmi terbaru dan halaman Prometric ketika akan melakukan reservasi.
Prometric juga mengumumkan pada 10 September 2026 bahwa test center baru akan dibuka di Padang, dengan reservasi mulai 29 September 2026 dan pelaksanaan mulai 13 Oktober 2026 untuk beberapa ujian SSW, termasuk Food and Beverage Manufacturing.
Jangan menunda reservasi hanya karena merasa jadwal masih lama karena kapasitas tempat ujian terbatas.
Sudah Lulus Ujian, Apakah Langsung Bisa Kerja di Jepang?
Belum.
Lulus SSW Pengolahan Makanan adalah salah satu bagian dari persyaratan jalur Tokutei Ginou.
Calon pekerja tetap perlu memenuhi persyaratan bahasa Jepang dan memperoleh perusahaan penerima serta menyelesaikan prosedur status tinggal dan keberangkatan yang berlaku.
Jadi roadmap sederhananya:
Belajar bahasa Jepang → lulus JFT-Basic/JLPT yang sesuai → lulus ujian SSW bidang → cari perusahaan → interview → kontrak → proses dokumen/status tinggal → berangkat.
Urutannya dapat berbeda tergantung kondisi kandidat, tetapi jangan menganggap sertifikat ujian otomatis menjadi tiket kerja.
Bagaimana Jika Nilai Latihan Masih di Bawah 65%?
Jangan langsung menyimpulkan Anda tidak mampu lulus.
Lihat pola kesalahannya.
Jika hasil Anda:
55%
tetapi ternyata sebagian besar salah berada pada vocabulary, fokuskan beberapa hari pada istilah.
Jika masalahnya:
planning test
latih soal perhitungan.
Jika masalahnya:
HACCP
kembali ke konsep.
Targetnya bukan mengerjakan sebanyak mungkin soal.
Targetnya adalah:
mengurangi kesalahan yang sama.
Checklist Sebelum Mengikuti Ujian
Gunakan checklist berikut:
PersiapanStatusMemahami passing grade 65%☐Menargetkan latihan 75–80%+☐Menguasai food safety☐Menguasai quality control☐Menguasai general hygiene☐Memahami manufacturing process☐Memahami HACCP☐Menguasai occupational safety☐Berlatih judgment test☐Berlatih planning test☐Menguasai kotoba bidang makanan☐Simulasi 40 soal/70 menit☐Mengecek jadwal Prometric☐Mengecek identitas dan data pendaftaran☐
Kalau masih banyak kotak kosong, gunakan itu sebagai roadmap belajar.
Persiapkan SSW Pengolahan Makanan Bersama ArkaLearn
Nilai minimal lulus memang 65%, tetapi jangan menjadikan angka tersebut sebagai satu-satunya target.
Yang lebih penting adalah membuat kemampuan Anda konsisten di atas passing grade.
Di ArkaLearn, persiapan kerja ke Jepang dapat diarahkan pada bahasa Jepang, JFT/JLPT, vocabulary pekerjaan, serta persiapan Tokutei Ginou.
Kursus Bahasa Jepang untuk Kerja di Jepang – ArkaLearn
Setelah lulus ujian dan siap mencari perusahaan, Anda juga dapat memantau peluang kerja Jepang melalui Semuabisakerja.id.
Cari Lowongan Kerja Jepang – Semuabisakerja.id
Dengan begitu alurnya lebih jelas:
Belajar → Ujian → Lulus → Cari Lowongan → Interview → Kerja ke Jepang.
Kesimpulan: Berapa Nilai Minimal Lulus SSW Pengolahan Makanan 2026?
Nilai minimal lulus Ujian SSW Pengolahan Makanan 2026 Tokutei Ginou 1 adalah 65%, atau sekurang-kurangnya 98 dari total 150 poin.
Format ujian yang digunakan untuk kandidat luar Jepang saat ini terdiri dari 40 soal selama 70 menit, yaitu 30 soal akademik dan 10 soal praktik. Materinya mencakup food safety, quality control, general hygiene, manufacturing process, HACCP serta occupational safety and health.
Ujian menggunakan bahasa Jepang dan tersedia furigana/ruby serta kalkulator. Karena passing grade menggunakan sistem skor, jangan berasumsi 26 dari 40 jawaban benar pasti sama dengan lulus.
Untuk latihan, gunakan target 75–80%+ sebagai margin belajar.
Jangan belajar hanya untuk mengejar:
“minimal 65%.”
Lebih baik datang ke tempat ujian dengan kondisi:
“Saya memahami materinya dan hasil simulasi saya konsisten di atas batas kelulusan.”
Itu akan memberikan persiapan yang jauh lebih kuat untuk menghadapi SSW Pengolahan Makanan 2026.






