Arkalearn

Blog

Langkah Demi Langkah Daftar Tokutei Ginou 2026 Tanpa Melalui LPK

Fakta

Langkah Demi Langkah Daftar Tokutei Ginou 2026 Tanpa Melalui LPK

Admin

27 Januari 2026

Langkah Demi Langkah Daftar Tokutei Ginou 2026 Tanpa Melalui LPK

Bekerja di Jepang melalui program Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) menjadi impian banyak orang di tahun 2026. Alasan utamanya adalah gaji yang setara dengan pekerja lokal, hak untuk pindah perusahaan, hingga peluang membawa keluarga (untuk tokutei ginou tipe 2).

Namun, banyak yang mengira bahwa untuk berangkat ke Jepang harus melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dengan biaya puluhan juta rupiah. Faktanya, kamu bisa mendaftar secara mandiri. Berikut adalah panduan langkah demi langkah daftar Tokutei Ginou 2026 tanpa melalui LPK.

Mengapa Memilih Jalur Mandiri?

Mendaftar secara mandiri berarti kamu memegang kendali penuh atas proses dan biaya. Tanpa biaya jasa LPK yang berkisar antara Rp20 juta hingga Rp45 juta, kamu hanya perlu mengeluarkan biaya untuk keperluan administrasi riil seperti ujian, paspor, dan tes kesehatan.

Langkah 1: Persiapan Skill dan Bahasa (Belajar Mandiri)

Kunci utama jalur mandiri adalah sertifikat. kamu tidak butuh ijazah LPK, kamu hanya butuh dua sertifikat resmi:

  1. Sertifikat Bahasa: Lulus JFT-Basic A2 atau JLPT N4.
  2. Sertifikat Keterampilan (Skill Test): Lulus ujian bidang yang kamu pilih (misalnya Kaigo, Food Service, atau Agriculture).

Langkah 2: Membuat Akun di Situs Prometric

Semua ujian Tokutei Ginou dikelola oleh Prometric. kamu wajib membuat ID Prometric secara mandiri melalui situs resmi prometric-jp.com.

  • Siapkan alamat email aktif.
  • Isi data diri sesuai paspor (jika belum punya paspor, gunakan KTP, namun pastikan nama sesuai).
  • ID ini akan digunakan untuk memesan jadwal ujian JFT-Basic dan ujian keterampilan sektor.

Langkah 3: Mencari Lowongan Kerja (Job Matching)

Setelah mengantongi dua sertifikat di atas, saatnya mencari perusahaan sponsor. kamu bisa mencari lowongan secara mandiri melalui:

  • Portal Karirhub Kemnaker: Kunjungi karirhub.kemnaker.go.id.
  • Grup Facebook/LinkedIn: Cari kata kunci "SSW Job Matching" atau "Tokutei Ginou Indonesia".
  • Aplikasi Pihak Ketiga: Gunakan platform seperti semuabisakerja atau situs Job Matching resmi Jepang yang melayani tenaga kerja asing.

Langkah 4: Mengikuti Interview (Mensetsu)

Jika lamaran kamu diterima, perusahaan atau agen pendukung (Registered Support Organization/TSK) di Jepang akan menghubungi untuk wawancara via Zoom atau Google Meet.

  • Siapkan CV dalam format Jepang (Rirekisho).
  • Berlatihlah perkenalan diri (Jikos紹介) yang sopan.
  • Tunjukkan semangat dan pengetahuan tentang bidang pekerjaan yang kamu lamar.

Langkah 5: Pengurusan Dokumen dan CoE

Setelah dinyatakan lulus wawancara, perusahaan akan mengirimkan kontrak kerja. kamu akan diminta menyiapkan dokumen untuk pengurusan Certificate of Eligibility (CoE) di imigrasi Jepang, seperti:

  • Paspor dengan masa berlaku minimal 2 tahun.
  • Hasil Medical Check-Up (MCU) di RS yang ditunjuk.
  • Foto kopi KTP, KK, dan Akta Kelahiran.

Langkah 6: Pengajuan Visa dan Keberangkatan

Setelah CoE terbit (biasanya 1–3 bulan), kamu bisa mengajukan visa kerja di Kedutaan Besar Jepang atau melalui VFS Global.

  • Biaya Visa: Sekitar Rp600.000.
  • E-ID BP2MI: Pastikan kamu terdaftar di sistem SISKOP2MI sebagai Pekerja Migran Indonesia resmi untuk keamanan dan perlindungan hukum.

Mendaftar Tokutei Ginou tanpa LPK di tahun 2026 sangat mungkin dilakukan asalkan kamu memiliki kedisiplinan tinggi untuk belajar mandiri. Jalur ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga membuat kamu lebih mandiri secara mental sebelum menghadapi dunia kerja yang keras di Jepang.

Persiapkan Karir Jepang kamu bersama ArkaLearn. ArkaLearn hadir sebagai platform pelatihan digital yang dirancang khusus untuk membantu calon tenaga kerja menguasai bahasa Jepang dan persiapan ujian SSW secara efektif. 

Dengan kurikulum yang komprehensif dan fleksibel, ArkaLearn memastikan kamu tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi dunia kerja profesional di Jepang.

Bagikan Artikel